"Main Ujan" - Kata Gathan






Hidup bersama mereka merupakan suatu keajaiban. Seandainya bisa memberikan seisi dunia kepada mereka maka akan mamak berikan.

Bertemu 24 jam tidak melepaskan rasa kagum dan juga rindu setiap saat. Selalu ingin memeluk erat dan mencium mereka.

Mengiringi mereka dalam setiap tumbuh kembangnya menjadi tantangan yang menarik. Bersama menemukan kesukaan, dan belajar bersama.

Tidak terasa bahwa mereka setiap hari bertumbuh. Menjadi indah dan semakin indah.

Bermain hujan-hujanan sudah dari dulu ingin mamak perkenalkan, tetapi selalu terhalang ini itu. Terutama ijin dari ayah mereka, yang takut kalau mereka sakit. Dengan perjanjian bahwa mereka boleh main hujan-hujanan ditemani oleh mamak seorang, dan yes mamak temani.

Pertama kali Gathan mengenal hujan secara langsung di usia 34bulan ini. Bingung bagaimana harus mengekspresikan "bermain hujan" itu yang mamak perhatikan dari detik pertama Gathan merasakan hujan. Mamak yang sedari dulu selalu mengangumi hujan, senang ketika hujan datang. Bukan karena bakalan adem, tapi bau tanah basah sungguh menentramkan. Dengan senang hati mamak menunjukkan bagaimana rasa senangnya mamak bisa merasakan hujan. Masyaallah.

Haufan pun diusia 15bulan sudah ingin ikutan, dan ya mamak ajak tanpa ingin membuang kesemapatan. Walau ayahnya mereka sudah cemberut. Hehehe.

Tapi ini adalah salah satu yang ingin mamak ajarkan kepada mereka.

Foto ini diambil ketika mereka sudah 3x merasakan "main ujan" seperti kata Gathan. Lihatlah bagaimana mereka bahagia menemukan air. Tertawa lepas tiada henti. Mengabadikan momen ini sungguh menggharukan.

Bermain bersama mereka, mendengar tawa mereka menjadi kebahagiaan tersendiri untuk mamak.

Ingin terus membersamai mereka. Menemani mereka hingga mereka berkeluarga.

Gathan dan Haufan teruslah menjadi saudara yang saling membahagiakan, mensyukuri segala nikmat yang ALLAH telah berikan.

Doa bunda dan ayah akan terus kami langitkan.

Bunda sekali lagi bersyukur bahwa telah resign kerja demi bisa untuk bersama kalian.

Dalam titik terendah bunda kalian lah penyejuk hati bunda.
Dalam titik terendah bunda kalian lah penyemangat bunda.
Dalam titik terendah bunda kalian lah pembahagiaan bunda.

Jangan berhenti untuk terus mengukirkan senyuman ya sayang.

Salam peluk cium,
Mamak Geha
Rahma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Bersambung Rumbel Menulis IIP Depok

Cerita sambung IIP Depok 1.  https://shireishou.com/event-cerita-sambung-rumbel-menulis-iip-depok-part-1/ 2. https://mamaharetut...